Seperti
apa AI saat ini?
AI merupakan cabang dari ilmu komputer yang berhubungan dengan
kecerdasan perangkat lunak atau mesin.
Banyak orang salah paham dengan AI. Bagi mereka, AI adalah
entitas cerdas yang punya kesadaran diri untuk bisa menghancurkan manusia
nantinya–padahal kenyataannya tidak demikian. Saat ini, teknologi seperti itu
belum ada.
Umumnya, teknologi AI yang ada saat ini mengkhususkan diri hanya
dalam satu area; misalnya Deep Blue milik IBM diajarkan cara
bermain catur, sedangkan mobil Tesla diajarkan cara mengemudi
mobil. Jadi, kita tidak bisa meminta Deep Blue untuk mengendarai mobil atau
sebaliknya, meminta mobil Tesla untuk bermain catur.
AI sendiri memiliki banyak sekali area penelitian seperti
pengenalan gambar, pengenalan suara, pengolahan bahasa alami (PBA), serta
analisis dan diagnosis ilmiah.
Kemunculan chatbot
’Chatbot’ telah menjadi semacam jargon yang sering
dibicarakan orang-orang. Lalu, apakah sebenarnya chatbot itu? Chatbot adalah
sebuah layanan yang dibekali dengan pertanyaan dan jawaban tetap yang
memungkinkan pengguna berinteraksi melalui chatting antarmuka
dan menerima informasi tentang topik tertentu.
Implementasi paling dasar dari teknologi ini melalui seksi FAQ sederhana
yang memungkinkan seseorang untuk bertanya. Pertanyaan itu nantinya akan
direspons oleh chatbot. Namun, selain implementasi dasar tersebut,
teknologi ini tentunya juga bisa berkembang lebih lagi.
Kamu juga bisa mengembangkan sebuah chatbot penjualan
yang membantu pengguna mencari produk tertentu. Alih-alih menghabiskan banyak
waktu menelusuri laman situs, pengguna bisa langsung mengatakan produk yang
mereka inginkan kepada chatbot.
Contoh implementasi dari chatbot ini adalah
iklan interaktif. Dengan iklan ini, kamu hanya perlu berjalan menuju billboard dan
berkata ‘tunjukkan koleksi pakaian pria,’ maka konten akan berubah sesuai
permintaan kamu. Jadi, kamu tak perlu lagi melihat konten iklan umum atau yang
tidak sesuai dengan kebutuhanmu.
Chatbot di
kehidupan nyata
Konsep chatbot pada dasarnya adalah meniru
pengalaman berbicara manusia di dunia nyata. Bedanya, pengalaman ini didapat
melalui komputer yang tampak cerdas.
Ikea telah menjadikan chatbot sebagai bagian
integral dari strategi keseluruhan mereka. Anna, bot layanan pelanggan
milik perusahaan tersebut, menjawab pertanyaan dan memberikan saran melalui
Twitter dan email. Anna memiliki kemampuan untuk memberi pilihan
cara berkomunikasi yang beragam bagi konsumen. Dan, jika diperlukan, bot tersebut
juga bisa mengalihkan permintaan konsumen untuk ditangani oleh manusia nyata.
Dengan kata lain, chatbot mempersingkat
penjualan dan layanan pelanggan dengan balasan otomatis. Hal ini menjamin
konsistensi dan efisiensi dalam penjualan atau pengalaman layanan pelanggan.
Bagi konsumen, teknologi ini menawarkan cara yang lebih
sederhana untuk mengakses informasi spesifik yang mereka minati.
Kini, semakin banyak perusahaan yang mulai menggunakan chatbot.
Uber misalnya, perusahaan ini memastikan layanan mereka sudah dilengkapi chatbot ketika merilis API mereka di China tahun lalu.
Selain memberi kesempatan bagi developer untuk mengintegrasikan
fungsi Uber ke dalam aplikasi pihak ketiga, perusahaan ini juga bekerja sama
dengan sebuah startup AI, Raven Tech. ‘EVA’, asisten virtual
Uber, memungkinkan pengguna di wilayah tertentu untuk memesan layanan Uber,
berbincang tentang perjalanan dan mendiskusikan harga.
Peluncuran Facebook ‘M’ menjadi pertanda
adanya peningkatkan minat global terhadap chatbot. Sepertinya kita
tengah memasuki fase teknologi selanjutnya, yakni sebuah layanan cerdas dan
responsif yang sepenuhnya berfokus memuaskan dan memenuhi kebutuhan pengguna.
Lebih
nyata dari sebelumnya
Dalam hal chatbot, negara Timur ternyata sudah lebih
maju daripada negara Barat. Asisten virtual kini tersedia untuk melayani
pengguna aplikasi chatting maupun konsumen sebuah merek. Jika
konsumen ingin terhubung lebih dekat dengan peritel atau layanan yang mereka
pilih, mereka hanya perlu membuka layanan pesan yang mereka gunakan setiap
hari, lalu ajukan pertanyaan.
Integrasi teknologi AI dalam kehidupan kita sehari-hari bukanlah
sesuatu yang baru. Integrasi ini tidak terjadi di masa depan–ini sudah terjadi
sekarang. Mungkin tampak menakutkan dan rumit, tapi seperti yang dikatakan John
McCarthy (orang yang menciptakan istilah AI), “Begitu teknologi ini berhasil
[diterapkan], tidak akan ada lagi yang menyebutnya AI.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar