Breaking News
Cool Blue Outer Glow Pointer

Selasa, 05 November 2019

Prediksi Tentang Artificial Intelligence–Menjadi Ancaman atau Keuntungan, Tergantung Persepsi Kita


Petinggi dan pemimpin teknologi dunia seperti Bill Gates dan Elon Musk diketahui sudah beberapa kali mengingatkan tentang ancaman yang mungkin timbul akibat pengembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Ada kekhawatiran Artificial Intelligence menjadi jauh lebih terampil dan cekatan di banyak bidang daripada manusia. Kekhawatiran lain adalah masa depan pasca AI membuat sebagian besar populasi pengangguran hidupnya sekadar ada. Pendapatan mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, sementara orang-orang supertajir menguasai dan mengoperasikan semua robot.
Prediksi terbaru PwC (PricewaterhouseCoopers, kantor jasa profesional terbesar di dunia saat ini) mengemukakan Artificial Intelligence akan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang sama banyak dengan pekerjaan yang dihilangkannya. Jika memperhatikan Inggris, PwC mendapati benar bahwa robot akan menggantikan beberapa jenis pekerjaan, terutama di sektor seperti transportasi dan pemanufakturan. AI akan menggantikan 38 persen pekerjaan dan 30 persen pekerjaan di pabrik, demikian menurut laporan lembaga tersebut.
Meskipun begitu, sektor-sektor lain akan menciptakan lapangan kerja lebih besar berkat AI, sehingga nantinya terjadinya keseimbangan. Menurut prediksi PwC, hanya 12 persen pekerjaan di bidang kesehatan akan digantikan AI, tapi akan tercipta 34 persen pekerjaan baru.
Lebih lanjut, laporan terbaru PwC menyebutkan, “Perkiraan kami, AI takkan menciptakan pengangguran teknologi. Karena kami memproyeksikan AI menggantikan sekitar 20 persen pekerjaan yang ada di Inggris saat ini pada 2037, tapi menciptakan pekerjaan baru dalam persentase sama besar. Dalam kondisi mutlak, sekitar 7 juta pekerjaan saat ini diproyeksikan akan digantikan AI. Tapi diproyeksikan tercipta 7.2 juta pekerjaan baru. Artinya, ada kenaikan bersih 200 ribu pekerjaan baru.”
OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) bahkan lebih konservatif. Organisasi ekonomi internasional ini menyimpulkan hanya 14 persen pekerjaan di 36 negara anggotanya yang menghadapi risiko automasi.

Sektor yang diprediksi beradaptasi dengan baik dan tidak dengan Artificial Intelligence

Baik PwC maupun OECD mengemukakan bahwa sektor-sektor yang paling mendapatkan manfaat dari AI, atau setidaknya berisiko kecil terpapar automasi, adalah yang melibatkan tugas-tugas kompleks dan tenaga manusia ahli. Sektor yang dimaksud mencakup:
– Pendidikan
– Pekerjaan teknis dan sains
– Informasi dan komunikasi
– Layanan akomodasi dan makanan
Sektor yang takkan beradaptasi dengan baik dengan kehadiran AI adalah pekerjaan administrasi yang berulang seperti:
– Keuangan dan asuransi
– Ritel
– Konstruksi
– Administrasi publik
– Transportasi
– Manufakturing
Gartner, Inc. (perusahaan riset teknologi informasi dan firma penasihat yang bermarkas di Connecticut, Amerika Serikat) juga mengeluarkan laporannya. Pada 2020, AI akan menciptakan 2.3 juta pekerjaan, melebihi jumlah yang digantikannya, yaitu sebanyak 1.8 juta. Laporan Gartner juga mengungkapkan, jumlah pekerjaan baru yang diciptakan dengan kehadiran AI dan alat yang digerakkan AI mencapai 2 juta pada 2025.
Aplikasi Artificial Intelligence dan Machine Learning (ML) secara garis besar terbatas pada fungsi seperti mengumpulkan dan memproses data. Dengan demikian, tenaga kerja manusia yang terlatih sangat penting untuk tugas-tugas kreatif dan peran yang menuntut keahlian manusia. Selain itu, manusia yang memiliki kecerdasan emosional berkualitas tinggi sangat dibutuhkan. Terus belajar untuk membangun skill kelak memainkan peran penting dalam menciptakan tenaga kerja global untuk menghadapi pengaruh kuat kehadiran teknologi dalam pekerjaan. Perusahaan perlu berinvestasi pada kualitas manusia untuk mengembangkan keahlian staf mereka yang pekerjaannya berhadapan dengan teknologi modern.
Tenaga kerja saat ini dan di masa depan harus memiliki akses untuk mendapatkan kesempatan belajar sepanjang hidupnya. Ini syarat kritis untuk beradaptasi pada teknologi dan ekosistem bisnis yang terus berevolusi. Kita perlu merevisi kurikulum sekolah dan perguruan tinggi, mengajarkan sistem yang lebih menekankan pada keterampilan dan pengetahuan praktis. Intinya, kurangi teori, perbanyak praktik.
Read more ...

Teknologi Artificial Intelligence Mampu Menterjemahkan Pikiran Seseorang


Kecerdasan Buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa disebut juga Intelegensi Artifisial (Artificial Intelligence) atau hanya disingkat AI, didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia.
Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Objek/Muka, bermain sepak bola.
Saat ini, Ilmuwan dari Universitas Columbia, Amerika Serikat telah menciptakan sebuah teknologi yang diklaim mampu menerjemahkan pikiran seseorang menjadi ucapan. Nantinya, teknologi ini di harapkan dapat membantu seseorang dengan masalah komunikasi, seperti penderita stroke dan Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).
Mereka menggunakan Teknologi Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dan Vocoder. Kedua alat tersebut dapat menerjemahkan hasil pemikiran seseorang berdasarkan aktivitas otak mereka. Vocoder, adalah algoritma komputer yang digunakan untuk menerjemahkan pola rekaman menjadi kata-kata dan dapat digunakan untuk menyatukan berbagai macam cara berbicara yang telah direkam dengan orang lain.
Kamu pasti tidak asing dengan Vocoder jika mengenal Apple Siri dan Amazon Echo. Sebab, Vocoder digunakan agar dapat memberikan balasan jawaban secara langsung. Pasien akan diminta untuk mendengarkan suara yang membacakan angka dari 0–9. Ketika mereka mendengarkan suara, aktivitas sinyal dalam otak mereka akan dikirimkan ke Vocoder.
Melalui vocoder, akan muncul hasil sinyal otak dalam bentuk suara yang akan dilanjutkan ke teknologi kecerdasan buatan. AI digunakan untuk dapat menirukan kinerja saraf otak manusia pada umumnya sehingga tetap sesuai dengan cara pikir manusia walaupun dihasilkan dengan suara robot.
Teknologi ini nantinya akan memberi siapa pun yang kehilangan kemampuan untuk berbicara, apakah karena cedera atau penyakit, kesempatan baru untuk terhubung ke dunia di sekitar mereka. [G.R]
Read more ...

smartphone kekinian dilengkapi ai apa gunanya?



Beberapa lini smartphone yang dirilis tahun 2017 lalu telah dipercanggih oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence ( AI) pada hardware dan software-nya. Sebut saja deretan flagship seperti Samsung Galaxy S8, Google Pixel, seri Huawei Mate, atau iPhone X. Tak hanya hadir di kelas high-end tapi AI juga membumi di smartphone kelas menengah seperti duo Vivo V7 atau Oppo F5. Beberapa teknologi AI banyak tersemat di smartphone keluaran tahun 2017, seperti facial recognition biometrics, augmented reality, machine learning, dan sebagainya. 
Nampakya, teren AI di smartphone akan terus berkembang pada 2018 ini. Lalu, apa saja guna AI yang ada di smartphone? KompasTekno telah merangkum lima kecanggihan AI di smartphone, dilansir dari Gadgets Now, Jumat (2/3/2018). 

1. Kamera ponsel lebih baik mendeteksi obyek Hadirnya AI di kamera mobile semakin membuat inovasi kamera smartphone menggeliat tiap tahunnya. Dengan AI, antarmuka kamera smartphone dapat mendeteksi obyek dalam frame foto, baik itu pemandangan yang diambil secara landscape atau obyek bunga dengan detail yang lebih tajam. Baca juga: Xiaomi Mi 7 Dipastikan Pakai Snapdragon 845, Andalkan AI AI juga mampu meningkatkan kualitas foto bokeh yang sebelumnya hanya bisa dihasilkan melalui kamera digital. Sistem AI pun bisa mengenal fitur wajah dengan teknologi facial racognition.

2. Penerjemah real-time tanpa internet 
 aplikasi penerjemah mampu menerjemahkan teks, gambar, video, maupun suara secara real-time atau saat itu juga, meskipun masih harus disokong koneksi internet. Dengan AI, proses penerjemahan akan bisa dilakukan secara offline, seperti yang dilakukan oleh aplikasi iTranslate yang mampu menerjemahkan ke dalam beberapa bahasa tertentu. 

3. Membantu tugas harian 
Sistem AI didesain untuk belajar dan beradaptasi tiap kali digunakan. 
AI dalam smartphone akan mempelajari pola pemakaian oleh si pengguna, kemudian mengaplikasikannya dalam penggunaan sehari-hari. Misalnya, seperti menon-aktifkan nada dering, mengaktifkan bluetooth, atau menutup aplikasi yang berjalan di background tiap beberapa jam. Ilustrasi cara kerja freepik(Freepik) 

4. Pemindai wajah
Ketika pertama kali diperkenalkan Apple, teknologi Face ID di iPhone X menimbulkan skeptisme. Khususnya bagi pencinta iPhone yang merasa lebih aman menggunakan Touch ID di iPhone 5s hingga iPhone 7 Plus. Apple pun berargumen jika Face ID di iPhone X memindai dengan kamera "TrueDepth" yang menggunakan 30.000 titik infra merah, dan gambar infra merah 2D untuk memetakan kontur wajah. Teknologi ini juga hadir di beberapa vendor smartphone lain dengan nama berbeda. Sebut saja Face Unlock yang tersemat di beberapa lini smartphone seperti LG Q6, Vivo V7, atau OnePlus 5T. Kabarnya Huawei juga akan meneruskan tren Face ID di produknya. Pemindai wajah atau facial recognition juga mampu mengenali pemilik wajah hanya dari foto. Di beberapa smartphone yang mengunggulkan fitur selfie seperti Oppo F5, beauty recognition mampu mengenali jenis kulit, warna kulit, jenis kelamin, dan usia pada obyek secara detail. Baca juga: Apa Gunanya Kecerdasan Buatan di Kamera Selfie Oppo F5? 5. Voice assistant  
Beberapa asisten digital yang mampu menerima perintah suara, sudah banyak bermunculan di beberapa smartphone flagship. Kita mengenal Siri, Cortana, Bixby, Alexa, atau Google Assistant beberapa tahun belakang. Asisten digital mampu merespon suara untuk melakukan beberapa tugas seperti menjawab pesan singkat, memutarkan lagu, atau membacakan isi berita. Dilansir dari The Next Web, teknologi AI di voice assistant akan menjadi tren yang tak terbantahkan sepanjang 2018.
Read more ...

Senin, 04 November 2019

Era AI Tidak Terjadi di Masa Depan, Tetapi Sekarang!

Seperti apa AI saat ini?
AI merupakan cabang dari ilmu komputer yang berhubungan dengan kecerdasan perangkat lunak atau mesin.
Banyak orang salah paham dengan AI. Bagi mereka, AI adalah entitas cerdas yang punya kesadaran diri untuk bisa menghancurkan manusia nantinya–padahal kenyataannya tidak demikian. Saat ini, teknologi seperti itu belum ada.
Umumnya, teknologi AI yang ada saat ini mengkhususkan diri hanya dalam satu area; misalnya Deep Blue milik IBM diajarkan cara bermain catur, sedangkan mobil Tesla diajarkan cara mengemudi mobil. Jadi, kita tidak bisa meminta Deep Blue untuk mengendarai mobil atau sebaliknya, meminta mobil Tesla untuk bermain catur.
AI sendiri memiliki banyak sekali area penelitian seperti pengenalan gambar, pengenalan suara, pengolahan bahasa alami (PBA), serta analisis dan diagnosis ilmiah.
Kemunculan chatbot
’Chatbot’ telah menjadi semacam jargon yang sering dibicarakan orang-orang. Lalu, apakah sebenarnya chatbot itu? Chatbot adalah sebuah layanan yang dibekali dengan pertanyaan dan jawaban tetap yang memungkinkan pengguna berinteraksi melalui chatting antarmuka dan menerima informasi tentang topik tertentu.
Implementasi paling dasar dari teknologi ini melalui seksi FAQ sederhana yang memungkinkan seseorang untuk bertanya. Pertanyaan itu nantinya akan direspons oleh chatbot. Namun, selain implementasi dasar tersebut, teknologi ini tentunya juga bisa berkembang lebih lagi.
Kamu juga bisa mengembangkan sebuah chatbot penjualan yang membantu pengguna mencari produk tertentu. Alih-alih menghabiskan banyak waktu menelusuri laman situs, pengguna bisa langsung mengatakan produk yang mereka inginkan kepada chatbot.
Contoh implementasi dari chatbot ini adalah iklan interaktif. Dengan iklan ini, kamu hanya perlu berjalan menuju billboard dan berkata ‘tunjukkan koleksi pakaian pria,’ maka konten akan berubah sesuai permintaan kamu. Jadi, kamu tak perlu lagi melihat konten iklan umum atau yang tidak sesuai dengan kebutuhanmu.
Chatbot di kehidupan nyata
Konsep chatbot pada dasarnya adalah meniru pengalaman berbicara manusia di dunia nyata. Bedanya, pengalaman ini didapat melalui komputer yang tampak cerdas.
Ikea telah menjadikan chatbot sebagai bagian integral dari strategi keseluruhan mereka. Annabot layanan pelanggan milik perusahaan tersebut, menjawab pertanyaan dan memberikan saran melalui Twitter dan email. Anna memiliki kemampuan untuk memberi pilihan cara berkomunikasi yang beragam bagi konsumen. Dan, jika diperlukan, bot tersebut juga bisa mengalihkan permintaan konsumen untuk ditangani oleh manusia nyata.
Dengan kata lain, chatbot mempersingkat penjualan dan layanan pelanggan dengan balasan otomatis. Hal ini menjamin konsistensi dan efisiensi dalam penjualan atau pengalaman layanan pelanggan.
Bagi konsumen, teknologi ini menawarkan cara yang lebih sederhana untuk mengakses informasi spesifik yang mereka minati.
Kini, semakin banyak perusahaan yang mulai menggunakan chatbot. Uber misalnya, perusahaan ini memastikan layanan mereka sudah dilengkapi chatbot ketika merilis API mereka di China tahun lalu.
Selain memberi kesempatan bagi developer untuk mengintegrasikan fungsi Uber ke dalam aplikasi pihak ketiga, perusahaan ini juga bekerja sama dengan sebuah startup AI, Raven Tech. ‘EVA’, asisten virtual Uber, memungkinkan pengguna di wilayah tertentu untuk memesan layanan Uber, berbincang tentang perjalanan dan mendiskusikan harga.
Peluncuran Facebook ‘M’ menjadi pertanda adanya peningkatkan minat global terhadap chatbot. Sepertinya kita tengah memasuki fase teknologi selanjutnya, yakni sebuah layanan cerdas dan responsif yang sepenuhnya berfokus memuaskan dan memenuhi kebutuhan pengguna.
Lebih nyata dari sebelumnya
Dalam hal chatbot, negara Timur ternyata sudah lebih maju daripada negara Barat. Asisten virtual kini tersedia untuk melayani pengguna aplikasi chatting maupun konsumen sebuah merek. Jika konsumen ingin terhubung lebih dekat dengan peritel atau layanan yang mereka pilih, mereka hanya perlu membuka layanan pesan yang mereka gunakan setiap hari, lalu ajukan pertanyaan.
Integrasi teknologi AI dalam kehidupan kita sehari-hari bukanlah sesuatu yang baru. Integrasi ini tidak terjadi di masa depan–ini sudah terjadi sekarang. Mungkin tampak menakutkan dan rumit, tapi seperti yang dikatakan John McCarthy (orang yang menciptakan istilah AI), “Begitu teknologi ini berhasil [diterapkan], tidak akan ada lagi yang menyebutnya AI.”

Read more ...

Minggu, 03 November 2019

Di Sektor Mana Sajakah Artificial Intelligence (AI) Bisa Diterapkan?


Di Sektor Mana Sajakah Artificial Intelligence (AI) Bisa Diterapkan? - Belakangan ini teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin ramai di bicarakan orang-orang. AI sudah mulai digunakan di banyak sektor dan menjadi pembuka jalan di banyak sektor berkembang lainnya. Beberapa contoh langsung dari implementasi AI adalah mobil self-drivingchatbotsrobotika dan pemrosesan gambar. Di masa depan, implementasi AI di berbagai sektor akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.  
AI memainkan peran penting dalam membentuk perkembangan di banyak sektor. Teknologi AI akan menjadi teknologi terbaik untuk memberikan dorongan bagi sektor-sektor inti dan membantu dalam proses digitalisasi yang lebih cepat. Banyak sektor yang telah tumbuh secara signifikan dan memberikan kontribusi lebih bagi perekonomian. Sektor-sektor seperti infrastruktur, layanan keuangan, teknologi, otomotif dan layanan kesehatan sudah mulai berkembang dengan penerapan teknologi tersebut.
Astonomi: Ketika kita melihat langit mungkin banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala tentang bagaimana konsep alam semesta yang sebenarnya. Seperti yang di ketahui para ilmuan telah melakukan berbagai cara untuk menjawab setiap pertanyaan yang berkaitan dengan alam semesta. Namun, saat ini tidak semua pertanyaan bisa terjawab mengingat keterbatasan manusia itu sendiri. Dengan pengimplementasian AI, manusia dapat melewati batasan-batasan tersebut. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices dari Royal Astronomical Society, para peneliti menunjukkan bahwa perhitungan yang dilakukan oleh AI dapat membuat prediksi yang lebih akurat daripada manusia. Teknologi ini bisa berguna dalam memahami seluruh alam semesta dan cara kerja dari alam semesta itu sendiri.
Konstruksi: Aplikasi berbasis AI telah banyak digunakan di sektor konstruksi. AI dapat menyarankan desain ideal untuk bangunan dan merekomendasikan fitur keselamatan terbaik untuk membuat hidup kita menjadi lebih aman. AI juga akan berguna dalam mitigasi risiko dalam bangunan yang akan di bangun. Aplikasi berbasis AI akan membuat para insinyur lebih produktif dan mampu memberikan pekerjaan berkualitas tinggi dalam jangka waktu yang ditentukan. Selain itu, teknologi akan berguna dalam menganalisis pekerjaan dan proses industri konstruksi.
Pertanian: Pertanian adalah salah satu sektor penting bagi kehidupan manusia. Ada peluang luar biasa untuk AI atau pembelajaran mesin di bidang pertanian. Teknologi seperti AI & IoT akan sangat berguna dalam memahami penanaman secara tepat waktu, mendapatkan prediksi, menggunakan pupuk, panen dan iklim. Para petani perlu beradaptasi dengan teknologi baru untuk menerapkan dan mendapatkan hasil maksimal dari penerapan AI tersebut.
Olahraga: Penerapan kecerdasan buatan dalam industri olahraga akan menjadi game changer. Teknologi canggih akan membuat olahraga menjadi lebih menarik dan membantu para atlet melampaui kapasitas untuk berlatih dan memberikan hasil yang lebih maksimal dan tentu yang terbaik. Permintaan aplikasi berbasis AI di industri olahraga mulai besar karena AI memiliki kemampuan yang signifikan. Penerapan teknologi ini tentu akan memberikan banyak perubahan besar di dunia olahraga dan itu bisa membawa persaingan yang sehat di antara para pemain dan atlet.
Pendidikan: Pendidikan tentu merupakan salah satu sektor yang juga sangat penting bagi manusia. Solusi berbasis AI telah membantu siswa dan guru di berbagai tingkatan. AI membuat sistem pendidikan menjadi lebih cerdas dan jaringan virtual kolaboratif digunakan untuk membuat lingkungan belajar yang sempurna bagi siswa dan juga guru. AI dan teknologi yang canggih telah menciptakan perpaduan yang tepat bagi lingkungan pendidikan. Di masa depan, ruang kelas akan dilengkapi dengan solusi teknologi untuk memberikan lingkungan belajar terbaik bagi siswa.
Layanan Kesehatan: Penerapan AI tentunya akan memberikan pelayanan yang lebih baik di sektor layanan kesehatan. Aplikasi berbasis AI berguna dalam memahami data medis dan mencapai kesimpulan yang tepat tanpa input/campur tangan langsung dari manusia. Aplikasi ini diterapkan dalam proses diagnosis, pengembangan protokol pengobatan, pengembangan obat, pengobatan secara personal, serta pemantauan dan perawatan pasien.
Perbankan: Bank dan lembaga keuangan lainnya telah menunjukkan minat dalam penerapan AI. Hal ini berdampak besar pada bisnis dan perdagangan industri perbankan. Banyak bank besar di seluruh dunia yang telah menerapkan teknologi ini untuk otomatisasi dan menggunakannya sebagai sistem operasional yang efektif. Implementasi AI di perbankan membantu dalam upaya pembayaran dan mengurangi proses yang kompleks melalui percakapan chatbots sederhana untuk melanjutkan operasional tanpa ada masalah. Beberapa bank terkemuka juga menggunakan teknologi AI di bidang asisten virtual cerdas untuk meningkatkan layanan pelanggan mereka. Sementara beberapa lembaga keuangan telah menggunakannya untuk mencegah penipuan dan memantau potensi ancaman terhadap pelanggan dalam perdagangan.
E-Commerce: Saat ini bisnis e-commerce merupakan segmen yang ramai dalam industri ritel. Banyak perusahaan besar e-commerce yang telah menggunakan teknologi canggih seperti AI atau machine learning (pembelajaran mesin). Perusahaan menggunakan AI sebagai chatbots, asisten AI, logistik pintar, menggunakan algoritma untuk memprediksi dan menganalisis perilaku pelanggan. Aplikasi berbasis pembelajaran mesin juga di implementasikan untuk menambah strategi pemasaran. Teknologi ini membantu banyak perusahaan dalam mencapai efisiensi pengiriman. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi biaya pengiriman. Pembelajaran mesin membantu perusahaan dalam memperkirakan permintaan, peringkat pencarian produk, rekomendasi produk dan penawaran, deteksi penipuan, dan masih banyak lagi.
Mungkin masih banyak sektor lainnya yang bisa menggunakan teknologi AI dalam meningkatkan kualitas di bidangnya masing masing. Penerapan kecerdasan buatan atau pembelajaran mesin membuat hidup kita menjadi lebih mudah dan lebih cerdas tentunya. Maka dari itu kita harus siap menerima perubahan dari teknologi yang canggih ini dan harus cerdas dalam menggunakannya
Read more ...

Rabu, 30 Oktober 2019

Elon Musk Beri Ide Tanam Kecerdasan Buatan di Otak Manusia

Elon Musk Beri Ide Tanam Kecerdasan Buatan di Otak Manusia CEO Tesla Elon Musk (REUTERS/Beck Diefenbach)

Jakarta, CNN Indonesia -- Keterbatasan otak manusia dalam menyimpan dan mengolah informasi membuat Elon Musk mencetuskan sebuah ide 'gila' untuk menanamkan kecerdasan buatan di otak manusia.

Dalam sebuah wawancara dengan Presiden Y Combinator, Sam Altman, Musk mengeluhkan kemampuan manusia yang menurutnya sangat lamban.

Kemampuan otak manusia disebutnya kalah dibandingkan kemampuan komputer dan ponsel, atau aplikasi dan fitur canggih yang disematkan di dalamnya.


Baca juga : Ini 5 manfaat AI untuk Bisnis Startup

Untuk itu, ia berencana untuk memperluas kapasitas kemampuan otak manusia. Upaya yang ingin ditempuhnya yakni dengan menanamkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam otak.

Menurutnya, masalah potensi kecerdasan buatan sangat memungkinkan manusia bisa melampaui kemampuan dirinya saat ini.

"Jika AI digabungkan dengan kemampuan otak manusia, saya pikir bisa meningkatkan hubungan syaraf dengan korteks dan ekstensi digital setiap individu, masalahnya ada pada kapasitas otak seseorang. Secara efektif hal itu bisa 'melahirkan' manusia dengan ekstra kecerdasan buatan," kata Musk seperti dikutip Business Insider.

Sebagai permulaan, bos Tesla dan SpaceX ini terbosesi memastikan idenya tidak akan diambil oleh segelintir orang atau perusahaan tertentu. Menurutnya hal itu dilakukan untuk menghindari ide pengembangan kecerdasan buatan yang kelewat batas dari pihak 'diktator'.

"Apabila hal tersebut tersebar luas dan siapa saja yang ingin memilikinya kami kita tidak bisa memecahkan masalah itu. Saya rasa setiap dari kita sebenarnya adalah produk AI," ungkapnya. (evn/evn
Read more ...

Sistem Artificial Intelligence dalam Bidang Pendidikan

Setiap hari tantangan baru dalam dunia medis semakin bertambah. Untuk menangani penyakit-penyakit baru, dibutuhkan berbagai metode pengobatan baru dan kemajuan teknologi mutakhir yang mengharuskan dokter untuk memperluas ilmu pengetahuannya secara berkesinambungan bukan hanya dari segi pegobatan tetapi juga teknologi kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI). 


Dalam pendidikan AI sangat berperan dalam menyampaikan segala informasi dan pengelaman belajar yang akan membuat peoses belajar mengajar lebih efektif. Denganmenggunakan media-media pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan prinsip- prinsip dan teknik-teknik artificial intelligence, pebelajar/learner dapat belajar tanpa harus berhadapan langsung berhadapan dengan guru, dan informasi dalam media-media pendidikantentunya akan lebih mempermudah dan meringankan tugas guru/pendidik dalammentransformasikan ilmu dan pengalaman belajar mereka terhadapa peserta didik. Jadi dapat pula dikatakan bahawa aplikasi kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan yang bertindak sebagai partner bagi pelajar atau mahasiswa dalam mempelajari suatu bidang

§  Rhino Robot XR-2 System
Video

Robot ini dibuat oleh Rhino, Inc., dan digunakan untuk simulasitentang operasi dari robot-robot industri. Rhino XR-2 dapat diprogram melalui komputerApple dan programnya dapat disimpan didisk 
          



§  Microbot 

Microbot mempunyai dua macam robot, yaitu microot minimower dan (microbot ). Teachmower. minimower dapat diprogram dengan komputer Apple atau TRS-80. Teachmower digunakan untuk simulasi robot industri dan menggunakan teach pendant untuk memprogramnya serta dapat digunakan komputer Apple atau TRS-80 untuk menyimpan program.




§  Hero-1

Robot ini dibuat oleh Heath/Zenith, merupakan robot yang dapat bergerak dandirancang untuk membantu mempelajari robot industri. Robot ini mempunyai beberapa unitsensor. 0nit sensor ini dapat mendeteksi gerak, mengukur jarak sampai 15 feet, mendeteksi perubahan tinggkat cahaya, membedakan dua buah suku kata dan menggunakan speech synthesizer , sehingga dapat berbicara. Hero-1 juga dilengkapi dengan teach pendant 
.

         Perbandingan Sistem Cerdas Pada 3 Negara di Asia!

Eductional Robots

Indonesia : Beberapa Universitas ternama sudah banyak menggunakan robot dalam dunjia pendidikan sperti hal nya dalam ilmu kedokteran dalam pengorapasian alat-alat kodekteran untuk diagnosa penyakit penyakit.

Jepang : Semua universitas atau lembaga pendidikan sudah mempunyai cara mengajar menggunakan robot sebagai pengajar.

Singapura : Hampir sama dengan jepang,singapura juga memiliki lembaga pendidikan dalam dunia pengajar yang berbasis teknologi. Seperti hal nya pembelajaran bahasa asing untuk anak TK  yang berrinterakris dengan robt.

Intelegence Computer Aided Intruction


Indonesia : Indonesia sudah banyak lembaga pendidikan yang memakai system cerdas ini jadi untuk pengerjaan tugas dikerjakan di internet sehingga guru memantau murid nya walaupun bebeda jarak.

Jepang : Jepang beberapa sudah menggunakan robot sebagai media pengajar yang dimana siswa langsung dapat berinteraksi kepada robot dalam memberikan pertanyaan.

Singapaura : Hampir sama dengan jepang dan Indonesia dan sudah menerapkan teknologi keuda nya.

Inteligent Tutoring System


Indonesia : Sudah beberapa sekolah dalam penerapan dalam penerapan ujian nasional menggunakan media computer. Sehingga dalam penggunaan biaya cukup efesien tanpa perlu mencetak sebuah kertas.

Jepang : jepang memang sudah lama menerapkan pengerjaan ujian dalam media computer sebelum Indonesia meneraapkan nya.

Singapura : Kurang lebih sama seperti jepang sudah mengenal lama dalam pengerjaan ujian dalam media elektronik.

Read more ...

Ini 5 Manfaat AI untuk Bisnis Startup













Jika Anda berpikir bagaimana kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan membangun masa depan, maka berhentilah memikirkan itu. Teknologi berbasis AI sudah memiliki dampak signifikan pada kehidupan banyak orang, termasuk bisnis.
Banyak startup yang sudah mengintegrasikan teknologi AI ke dalam strategi bisnis mereka, tak hanya dalam otomatisasi tugas-tugas dalam perusahaan, tetapi juga ketika ada urusan yang melibatkan komunikasi yang harus melibatkan pelanggan mereka.
Melansir laman techengange, inilah lima cara para perusahaan pemula memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan bisnis mereka:
1. Fitur Rekomendasi
Tiap situs penjualan daring menggunakan beberapa jenis mesin rekomendasi untuk memfilter pencarian menggunakan alforitma data sehingga dapat merekomendasikan item atau layanan yang paling relevan kepada pelanggan.
Kemampuan toko online itu telah berkembang menjadi saran di dalam produk untuk meningkatkan efisiensi. Situs Bookmark.com misalnya, ia memanfaatkan fitur rekomendasi untuk menyoroti dan menyarankan penyusunan ulang segmen yang paling ramai sehingga dapat meningkatkan konversi.

Fitur rekomendasi bermanfaat untuk bisnis karena mereka dapat membantu personalisasi dan menyediakan informasi relevan kepada konsumen, sesuai preferensi dan selera mereka.
2. Extended Reality
Teknologi extended reality (XR) terdiri atas augmented dan virtual reality. Saat ini, teknologi itu menciptakan jalan baru bagi bisnis untuk memasarkan dan menguji produk dan konsep dengan pelanggan.
Integrasi XR ke dalam pemasaran digital menginspirasi ruang baru untuk kreativitas ketika membentuk pengalaman sebuah merek. Misalnya, IKEA menjelajah ke ranah XR dengan konten interaktif, memungkinkan pelanggan menempatkan furnitur di kamar mereka sendiri melalui aplikasi IKEA Place.
Pemanfaatan XR semacam itu dapat menawarkan manfaat nyata bagi konsumen melalui pengujian produk. Selain IKEA, BMW juga menawarkan layanan serupa, pelanggan mereka dapat mengonfigurasi mobil dengan augmented reality (AR). Kemudian, ia dapat berinteraksi dengan mobil virtual sebelum konfigurasi direalisasikan.
3. Optimalisasi Campaign
Munculnya teknologi baru mengubah cara bisnis dalam melayani dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Dengan inovasi dalam AI, fokus perusahaan bergeser dari strategi analitik lama, menuju strategi pembelajaran mendalam (deep learning) dan pelaporan layanan atribusi.
Kontribusi Ai dalam mengoptimalkan penargetan iklan, meningkatkan harga yang efisien, mengurangi 'jalan buntu' dalam periklanan, dan pada akhirnya menghapus pendekatan set-it forget-it untuk optimasi pemasaran yang cerdas di masa depan.
4. Analisis Media Sosial
Memanfaatkan teknologi pemrosesan bahasa alami, perusahaan pemula atau startup dapat menganalisis profil media sosial, komentar dan posting dari pengikut, dan membantu Anda menyusun daftar topik dan diskusi yang sedang tren.
Dengan begitu, perangkat lunak AI dapat menerjemahkan data media sosial ke dalam saran mengenai topik, nada, emosi, dan konten visual yang dapat melibatkan audiens mereka secara efektif. Perusahaan juga akan tahu kapan waktu yang tepat untuk mem-posting suatu konten, serta dapat menganilisis performa masing-masing posting-an untuk mengumpulkan wawasan (insight) baru.
5. Layanan Pelanggan
Ada dua fitur berbasis AI yang berkaitan dengan layanan pelanggan, yakni chatbot dan pemasaran yang dipersonalisasi.
Chatbot dapat dimanfaatkan untuk pertanyaan dasar dan transaksi sederhana. Mereka dapat menjawab pertanyaan sederhana, seperti jam buka dan penjadwalan, selama 24/7. Untuk perusahaan, chatbot dapat membantu dalam diagnosis atau penjadwalan optimasi untuk janji pertemuan.
Sementara itu, untuk pemasaran, data dapat secara otomatis dimasukkan ke dalam CRMs dari chatbot atau asisten suara, yang kemudian dapat digunakan untuk membantu personalisasi produk dan layanan kepada pelanggan.
Semakin banyak pesan yang dipersonalisasi, koneksi dengan pelanggan pun akan semakin kuat. Dengan begitu, startup dapat mendorong loyalitas pelanggan terhadap merek.
Beragam manfaat dari teknologi berbasis AI itu dapat membantu startup untuk tetap kompetitif dari segi bisnis. Perjalanan bisnis pun akan jadi lebih sustainable.
Read more ...

Senin, 21 Oktober 2019

14 Persen Perusahaan Indonesia Gunakan Artificial Intelligence

14 Persen Perusahaan Indonesia Gunakan Kecerdasan Buatan 
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 14 persen perusahaan atau organisasi di Indonesia sudah mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Studi yang dilakukan oleh Microsoft Indonesia dengan IDC Asia Pasifik ini telah melakukan wawancara dengan 112 pemimpin bisnis dan 101 karyawan di Indonesia yang bergerak di bidang otomotif, manufaktur, startup hingga industri energi.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee mengungkap 14 persen perusahaan telah mengadopsi AI dalam core strategi mereka.

"14 persen organisasi atau perusahaan di Indonesia sudah mulai mengadopsi AI di dalam core strategi mereka. Data 42 persen dalam perjalanan atau sudah ada rencana mulai uji coba dengan teknologi AI, yang mana itu bagus," ujar Haris pada acara Media Briefing di The Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (12/3).


"Data 42 persen dalam perjalanan atau sudah ada rencana mulai uji coba dengan teknologi AI, yang mana itu bagus," sambungnya.

Masih rendahnya penerapan teknologi AI ini disebabkan oleh adanya perbedaan pandangan antara pemimpin dan karyawan. Pasalnya, masih banyak pekerja yang skeptis terhadap adopsi kecerdasan buatan di Indonesia.

Melihat kendala tersebut, Microsoft Indonesia berupaya untuk mengubah pola pikir masyarakat soal teknologi kecerdasan buatan ini.

"Bagi Microsoft, AI adalah tentang meningkatkan kecerdikan manusia bukan menggantikan manusia secara keseluruhan. Pola pikir seperti inilah yang kami bangun dan sosialisasikan ke masyarakat," jelas Haris.

Lebih lanjut, hasil studi Microsoft Indonesia dan IDC Asia Pasifik menunjukkan bahwa para pemimpin bisnis menyadari pentingnya kegiatan re-skilling dan re-training demi meningkatkan kapabilitas karyawan untuk menghadapi perubahan lanskap bisnis.

Hasil menunjukkan bahwa 81 persen pelaku bisnis memprioritaskan pemberdayaan keterampilan karyawan di masa depan melalui alokasi investasi.

"Namun, 48 persen pemimpin bisnis belum menerapkan rencana untuk membantu karyawan mereka memperoleh keterampilan. Sebanyak 20 persen pemimpin bisnis merasa karyawan tidak tertarik untuk mengembangkan keterampilan baru," tutur Haris.

Sebagai informasi, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dapat menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru untuk manusia.

Adanya pekerjaan-pekerjaan baru itu, turut didampingi oleh transformasi keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan pekerjaan. Baik di bidang keterampilan teknis seperti pemrograman dan juga soft skills.

"Microsoft melihat tingginya permintaan terhadap keterampilan soft skills, menandakan bahwa teknologi berbasis AI masih membutuhkan peran manusia, bukan menggantikan manusia," kata dia.
Read more ...

Apa Itu Artificial Intelligence?

Teknologi dibuat untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan manusia. Salah satu teknologi yang sedang  gencar di buat guna menciptakan perangkat yang canggih adalah Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan sering disebut sebagai AI.
Banyak inovator yang berlomba-lomba untuk menciptakan kecerdasan buatan yang super canggih karena bidang ini masih memiliki banyak potensi untuk digali. Untuk anda yang belum ada gambaran sama sekali mengenai bidang ilmu ini mungkin anda bisa membayangkannya dengan menonton salah satu film karya Marvel yaitu Iron Man.
Dalam film tersebut Pemeran utama memiliki pakaian robot yang dapat bicara yaitu Jarvis. Jarvis merupakan salah satu role model AI masa depan yang canggih dan sangat cerdas.

Pengertian Kecerdasan Buatan


pixabay.com

AI atau Artificial Intelligence adalah sebuah bidang ilmu yang digunakan untuk membuat hidup manusia lebih baik dari masa ke masa. Upaya ini dilakukan dengan memberikan kecerdasan pada mesin supaya dapat berpikir seolah-olah seperti manusia.
Komputer dapa dibuat menjadi sebuah entitas yang cerdas dengan pemberian data-data dalam sebuah database. Selain diberi data, komputer akan diberikan kemampuan untuk mempelajari data. Data dipelajari dan di training. Training dan pembelajaran data ini akan membuat sistem mampu menentukan keputusan dan melakukan tugas untuk memudahkan manusia di masa depan.
Seperti disebutkan sebelumnya, Jarvis adalah salah satu contoh penggunaan AI. Meski kecerdasan yang dimiliki oleh Jarvis ini sifatnya masih fiksi ilmiah, tapi kecerdasan buatan saat ini sudah memiliki kemiripan yang cukup tinggi dengannya.
Jarvis memiliki kemampuan bicara memiliki kemampuan deteksi kondisi kesehatan dan melakukan hal-hal lainnya yang diperintahkan oleh kreatornya. Hal ini disebabkan karena kecerdasan jarvis yang memang sudah sangat terlatih. Komputer cerdas seperti jarvis inilah yang diharapkan akan ditemukan di masa depan sehingga banyak orang berlomba-lomba untuk mengembangkannya saat ini.



pixabay.com

Untuk pengertian dari AI sedikit banyak anda sudah paham bukan? Oleh karena itu mari kita lanjut ke bahasan selanjutnya mengenai fungsi dan juga tujuan kecerdasan buatan.

Fungsi Kecerdasan Buatan

Untuk fungsinya, kecerdasan buatan memiliki cukup banyak fungsi. Kecerdasan buatan diharapkan dapat melakukan beragam hal yang akan memudahkan manusia mulai dari pemrosesan bahasa alami, mengenai persepsi, penalaran, menggerakkan dan manipulasi objek, mengenai pengetahuan, dan juga melakukan pembelajaran.
Jika di ambil kesimpulan secara menyeluruh, kecerdasan buatan berusaha untuk membuat robot yang memiliki kecerdasan yang mirip atau bahkan lebih dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia.
Dengan menggunakan kecerdasan buatan, manusia dapat menjadi pemerintah sedangkan robot cerdas digunakan untuk melakukan pekerjaan kasar. Robot dengan kecerdasan buatan akan memiliki pengetahuan yang lebih tinggi daripada manusia karena untuk memberikan kecerdasan buatan manusia hanya perlu memasukkan data dan sistem akan mempelajarinya.

Tujuan Penggunaan Kecerdasan Buatan

Tujuan pembuatan mesin yang canggih ini adalah untuk mengurangi waktu kerja sehingga kegiatan dapat lebih efisien. Dengan menggunakan kecerdasan buatan, manusia menjadi lebih murah dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatannya dibandingkan pada masa lalu.Bukan hanya lebih mudah penggunaan kecerdasan buatan dalam komputer juga membuat waktu pengerjaan sebuah kegiatan menjadi lebih cepat. Contohnya. Dahulu untuk melakukan searching di  mesin pencari kita perlu mengetikkan satu persatu huruf di kolom pencarian bukan?
Saat ini mesin pencarian seperti Google sudah memiliki implementasi kecerdasan buatan sehingga hanya dengan berbicara dengan memerintah melalui suara ponsel anda sudah bisa menjalankan perintah anda.
Hal ini merupakan tujuan dari penggunaan kecerdasan buatan. Yaitu untuk memudahkan dan mempercepat pekerjaan.

Sejarah Kecerdasan Buatan


pixabay.com

Komputer dalam dunia teknologi memiliki sejarah yang cukup panjang, sama halnya dengan perkembangan kecerdasan buatan. Berikut ini adalah sejarah mengenai perkembangan dari kecerdasan buatan dalam kehidupan manusia.
  • Era Komputer Elektronik

Sejarah kecerdasan buatan dimulai dari era komputer elektronik. Era ini dimulai sekitar tahun 1941. Dalam era elektronik ini ditemukan sebuah alat untuk melakukan pemrosesan informasi dan juga penyimpanan data secara digital yaitu dengan komputer elektronik. Meskipun perkembangan teknologi kecerdasan buatan pada saat ini belum pesat akan tetapi penemuan penyimpanan dan pemrosesan informasi ini menjadi awal dari kemunculan kecerdasan buatan.

  • Masa Persiapan Kecerdasan Buatan

Pada masa ini  merupakan masa awal pembuatan kecerdasan buatan. Masa ini dimulai tahun 2 tahun setelah penemuan komputer elektronik yaitu pada tahun 1942 hingga tahun 1956. Masa persiapkan ini  di tandai dengan ditemukannya sebuah model syaraf tiruan yang dilakukan oleh 2 peneliti yaitu Mc Culloch dan juga Walter Pits.
Dalam model yang mereka temukan disebutkan bahwa setiap model syaraf dapat di hitung dengan menggunakan fungsi sehingga membuat hubungan menjadi logis. Dalam tahun awal penemuan ditemukan struktur jaringan sederhana yang kemudian  disempurnakan pada tahun 1950 oleh Norbet Wiener dalam pengenalan prinsip dan teori mengenai feedback yang dikenal dengan teori termostat.
Tahun 1956 mulai perkembangan kecerdasan buatan yang cukup mengherankan pada saat itu. Pada saat tersebut sudah mulai dikenal komputer yang melakukan pemikiran dengan hasil non numerik atau bisa disebut dengan penalaran. Penciptaan komputer ini dilakukan oleh John McCarthy yang hingga saat ini disebut sebagai bapak kecerdasan buatan.
  • Masa Awal Perkembangan

Sebagai bapak kecerdasan buatan, McCarthy tidak hanya menciptakan mesin tersebut, melainkan ia mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi untuk membantu pembuatan komputer dengan kecerdasan buatan agar lebih mudah. Masa ini dimulai pada tahun 1952.
Selain itu, pada  masa ini ditemukan juga beberapa hal yang berhubungan dengan kecerdasan buatan seperti program geometri theory prover, program untuk menyelesaikan masalah integral tertutup dan juga masalah analogi. Semua program-program ini dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan sehingga masalah menjadi lebih mudah untuk diselesaikan.
Perkembangan kecerdasan buatan sempat mengalami perlambatan pada tahun 1966 hingga 1974. Akan tetapi setelah itu mulailah dilakukan pembuatan program kecerdasan buatan yang berbasis ilmu pengetahuan dan pada akhirnya pengembangan kecerdasan buatan sebagai jaringan syaraf tiruan kembali dimulai pada tahun 1986 hingga sekarang.

Contoh Kecerdasan Buatan

Saat ini sudah ada banyak sistem yang menggunakan kecerdasan buatan dan sangat cerdas. Salah satunya adalah teknologi Google seperti yang disebutkan sebelumnya. Selain itu ada juga banyak aplikasi kecerdasan buatan yang menarik seperti :

  • Siri yaitu asisten suara yang dibuat oleh perusahaan Apple dalam ponselnya.
  • Tesla, yang merupakan kecerdasan buatan yang dibuat untuk memperbolehkan mobil berkendara secara otomatis
  • Alexa, Voice assistant dari perusahaan Amazon dan masih banyak lagi lainnya.
Read more ...
Copyright © 2019 Arsyad Abdillah All Right Reserved